lifestyle

Kolaborasi perempuan Subang di Hari Batik Nasional: Dari senam berbatik, lestarikan budaya hingga dorong UMKM lokal

Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:10 WIB
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Subang, Ega Anjani Reynaldy, tegaskan batik bukan sekadar kain, melainkan identitas bangsa yang harus dirawat dan dipopulerkan, Kamis 2 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Peringatan Hari Batik Nasional 2025 di Kabupaten Subang tahun ini hadir dengan nuansa berbeda.

Tidak hanya merayakan batik sebagai warisan budaya, tapi juga menggabungkannya dengan gerakan sehat dan dukungan terhadap UMKM lokal.

Kolaborasi tiga organisasi perempuan Subang—Dharma Wanita Persatuan (DWP), Tim Penggerak PKK, dan Dekranasda, mewujud dalam Gebyar Senam Nusantara bertema 'Senam Berbatik: Bugar Bersama, Luhur Budayanya' yang digelar di halaman Kantor Bupati Subang, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Pelukan terakhir di Mall Mindanao: Gempa 6,9 magnitudo guncang Filipina, 69 tewas dan ratusan terluka

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan batik bukan sekadar kain, melainkan identitas bangsa yang harus dirawat dan dipopulerkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Senam ini jadi istimewa ketika kita melakukannya dengan balutan batik kebanggaan Nusantara,” ujarnya.

Selain senam berbatik, acara juga menampilkan Batik Ganasan dan Batik Kareumbi Subang.

Ega Anjani sempat berdialog dengan pegiat batik terkait strategi pengembangan agar batik Subang lebih dikenal di tingkat nasional.

Baca Juga: Komisi VI DPR RI soroti reklamasi tambang BUMN, Firnando Ganinduto tekankan transparansi dan pengawasan lapangan

Ketua DWP Subang, Hj. Siti Nuroni, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyehatkan jasmani, tapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya bangsa.

Kemeriahan makin lengkap dengan hadirnya layanan kesehatan gratis, donor darah, serta pameran UMKM Subang.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Batik Nasional bisa dimaknai lebih luas, menyehatkan masyarakat, melestarikan budaya, sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Baca Juga: Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan

Halaman:

Tags

Terkini