"Di rumah anak saya, screen-nya adalah akuarium. Masukkanlah tokoh-tokoh supaya ikan-ikannya diberi nama. Jadi setiap pagi, bangun pagi, selalu ribut, minggu-minggu, hari-hari kita punya nama dan akuarium, tidak ada TV, tidak ada akses pada screen," tuturnya.
Menurutnya, anak-anak seharusnya diarahkan untuk berpikir dalam dan tidak terbiasa mengambil keputusan dalam waktu singkat.
"Karena mengambil putusan dalam durasi kurang dari 20 detik menjadi terbiasa mindless. Nah ini kan berbahaya," pungkasnya.***