GENMILENIAL.ID - Hipersomnia adalah kondisi gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa sangat mengantuk di siang hari, meskipun telah tidur cukup di malam hari.
Kondisi ini berbeda dengan kantuk biasa karena rasa kantuk yang dirasakan lebih parah dan terjadi terus-menerus, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.
1. Gejala dan penyebab hipersomnia
Gejala utama hipersomnia adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Penderita mungkin merasa sulit untuk tetap terjaga, mengalami kesulitan berkonsentrasi, dan bahkan tertidur tanpa sengaja saat melakukan aktivitas seperti bekerja, belajar, atau mengemudi.
Selain itu, beberapa orang dengan hipersomnia mungkin mengalami kesulitan bangun di pagi hari, merasa sangat lelah saat bangun, dan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari biasanya.
Baca Juga: Jarang dipilih, ini 7 manfaat konsumsi mangga muda untuk kesehatan
Penyebab hipersomnia bisa beragam. Salah satunya adalah gangguan tidur primer, seperti sindrom Kleine-Levin, yang merupakan kondisi neurologis langka.
Namun, hipersomnia juga bisa disebabkan oleh gangguan tidur lain seperti sleep apnea, di mana pernapasan terganggu selama tidur, atau kondisi medis lainnya seperti depresi, obesitas, dan gangguan tiroid.
Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu hipersomnia.
2. Dampak terhadap kehidupan sehari-hari
Hipersomnia tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang.
Rasa kantuk yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan performa di tempat kerja atau sekolah, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menurunkan kualitas hubungan interpersonal.
Baca Juga: 6 Tips mengurangi kadar gula pada nasi putih
Pada beberapa kasus, hipersomnia juga dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.