Burnout tidak hanya mempengaruhi produktivitas, tetapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.
2. Kecemasan dan stres
Tekanan untuk selalu produktif dan mencapai kesuksesan bisa memicu kecemasan dan stres kronis.
Individu merasa tidak pernah cukup baik atau produktif, yang akhirnya berujung pada perasaan cemas yang berlebihan.
Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi kualitas tidur, pola makan, dan kesehatan fisik secara keseluruhan.
3. Hubungan sosial yang terganggu
Hustle culture sering kali mengorbankan waktu bersama keluarga dan teman.
Orang-orang yang terjebak dalam gaya hidup ini cenderung mengabaikan hubungan sosial demi fokus pada pekerjaan.
Akibatnya, mereka bisa merasa kesepian dan terisolasi, yang juga berkontribusi pada masalah kesehatan mental.
4. Depresi
Tuntutan yang terus-menerus untuk bekerja keras tanpa jeda bisa mengarah pada perasaan putus asa dan depresi.
Ketika individu merasa bahwa upaya mereka tidak memberikan hasil yang sepadan atau mereka tidak mampu memenuhi ekspektasi yang sangat tinggi, perasaan tidak berharga dan putus asa bisa muncul.
Baca Juga: KPU Kabupaten Subang lantik 4.797 petugas Pantarlih
Mencari Keseimbangan