lifestyle

Fenomena hustle culture dan dampaknya bagi kesehatan mental

Selasa, 25 Juni 2024 | 12:13 WIB
Ilustrasi (Pixabay_HtcHnm)

Burnout tidak hanya mempengaruhi produktivitas, tetapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.

2. Kecemasan dan stres

Tekanan untuk selalu produktif dan mencapai kesuksesan bisa memicu kecemasan dan stres kronis.

Individu merasa tidak pernah cukup baik atau produktif, yang akhirnya berujung pada perasaan cemas yang berlebihan.

Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi kualitas tidur, pola makan, dan kesehatan fisik secara keseluruhan.

Baca Juga: Mantan Bupati Subang, H. Ruhimat turut tanggapi dukungan politik dari Sekretaris DPC PDI Perjuangan Subang, Niko Rinaldo, ini responya!

3. Hubungan sosial yang terganggu

Hustle culture sering kali mengorbankan waktu bersama keluarga dan teman.

Orang-orang yang terjebak dalam gaya hidup ini cenderung mengabaikan hubungan sosial demi fokus pada pekerjaan.

Akibatnya, mereka bisa merasa kesepian dan terisolasi, yang juga berkontribusi pada masalah kesehatan mental.

4. Depresi

Tuntutan yang terus-menerus untuk bekerja keras tanpa jeda bisa mengarah pada perasaan putus asa dan depresi.

Ketika individu merasa bahwa upaya mereka tidak memberikan hasil yang sepadan atau mereka tidak mampu memenuhi ekspektasi yang sangat tinggi, perasaan tidak berharga dan putus asa bisa muncul.

Baca Juga: KPU Kabupaten Subang lantik 4.797 petugas Pantarlih

Mencari Keseimbangan

Halaman:

Tags

Terkini