GENMILENIAL.ID — Olahraga padel yang tengah booming di Indonesia sejak 2024 hingga 2026 kini memunculkan polemik di tengah permukiman warga.
Sebuah keluhan warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, viral di media sosial setelah mengungkap kebisingan dari aktivitas lapangan padel yang disebut berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.
Padel dikenal sebagai olahraga yang menggabungkan tenis dan squash serta ramah bagi pemula.
Popularitasnya yang kian meningkat membuat lapangan padel menjamur di berbagai kota, termasuk di wilayah permukiman padat penduduk.
Namun di balik tren tersebut, muncul keresahan warga yang merasa terganggu oleh suara pantulan bola dan sorakan pemain.
Aktivitas sejak pukul 06.00 hingga 24.00 WIB
Melalui utas di Threads, seorang warganet dengan akun @idhm mengaku sejak Januari 2026 keluarganya harus menerima kebisingan hampir sepanjang hari dari lapangan padel yang berada di dekat rumahnya di kawasan Haji Nawi.
Ia menyebut aktivitas permainan berlangsung dari pukul 06.00 pagi hingga 24.00 malam. Dalam satu kali pemesanan, permainan bisa berlangsung 2–3 jam dan bergantian tanpa jeda berarti.
Baca Juga: Hasil sidang isbat Kemenag: Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026
“Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan,” tulisnya.
Kebisingan disebut lampaui ambang batas
Tak hanya mengeluh di media sosial, ia bersama sejumlah tetangga disebut aktif mendokumentasikan suara bising sebagai bukti.
Pengukuran menggunakan alat menunjukkan tingkat kebisingan berada di kisaran 60–77 desibel (dB).
Artikel Terkait
Hari terakhir retreat, Prabowo kompak olahraga pagi bersama Kabinet Merah Putih
Padel kena pajak hiburan 10 persen, Pramono Anung: Rata-rata pemainnya mampu
PBJT 10 persen untuk olahraga padel bukan inisiatif DKI, Gubernur Pramono: Itu amanat UU, bukan keputusan sepihak
Padel hingga biliar, ini daftar 21 olahraga komersial yang dipajaki di Jakarta
Menpora soal padel kena pajak 10 persen: Ada potensi ekonomi, pemerintah punya hak ambil kontribusi
Wakasau kenang sosok humanis Marsma Fajar Adriyanto: Ceria dan pembina olahraga dirgantara
Menpora ungkap pemerintah siapkan lahan 300 hektare untuk bangun pusat pelatihan dan Akademi Olahraga Nasional