Psikolog ungkap masalah keluarga banyak berawal dari faktor ekonomi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 4 Januari 2026 | 18:19 WIB
Psikolog Irfan Aulia ungkap menerima klien dengan kasus keluhan soal ekonomi (YouTube/Forum Keadilan TV)
Psikolog Irfan Aulia ungkap menerima klien dengan kasus keluhan soal ekonomi (YouTube/Forum Keadilan TV)

Irfan juga menyoroti tekanan besar yang dirasakan masyarakat akibat kondisi lapangan kerja saat ini.

Baca Juga: Viral gelembung gas muncul di Gunong Cut Nagan Raya pascabanjir, Pemkab turunkan tim dan pasang garis polisi

Meski secara makro pertumbuhan ekonomi kerap disebut meningkat, realitas di lapangan tidak selalu sejalan.

“Kita kerja susah. Orang bilang angka ekonomi naik, tapi realitanya kanan-kiri orang dipecatin,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor informal memang menjadi penopang bagi banyak masyarakat, namun sektor tersebut juga memiliki keterbatasan.

“Sektor informal kita paling banyak. Okelah sektor informal itu membantu, tapi kan nggak ada penggeraknya,” tuturnya.

Baca Juga: Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang

Data bank dunia soal lapangan kerja

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami kesulitan serius dalam penciptaan lapangan kerja.

Secara spesifik, laporan tersebut menyebutkan bahwa 1 dari 7 pemuda di Indonesia dan China merupakan pengangguran yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, sebagian besar tenaga kerja di kawasan Asia Timur dan Pasifik masih bergantung pada sektor informal.

Baca Juga: Mayat pria bersimbah darah ditemukan di perkebunan Wantilan Subang, polisi duga korban pembunuhan berencana

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat tantangan yang tak kalah besar.

Kepala Pusat Pasar Kerja Kemenaker, Surya Lukita Warman, pada September 2025 lalu mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 10,7 juta orang di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X