Jepang diperkirakan hanya ada satu anak di masa depan, apa yang sedang terjadi?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 27 Januari 2025 | 00:33 WIB
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran  (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran (freepik/tawatchai07)

Berdasarkan sensus 2020, sekitar 28 persen pria berusia 50 tahun dan 17,8 persen wanita pada usia yang sama tidak pernah menikah. 

Baca Juga: BRI Journalism 360 di Kota Medan 2025: Diskusi seru insan pers di Sumut hingga pelatihan content creator bareng mahasiswa USU!

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 1990, di mana hanya 5,6 persen pria dan 4,3 persen wanita yang tidak pernah menikah.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan angka kelahiran

Guna mengatasi krisis populasi, pemerintah Jepang telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendorong kaum muda menikah dan memiliki anak. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan aplikasi kencan, yang dinilai efektif membantu individu bertemu pasangan. 

Sebuah survei menunjukkan bahwa 1 dari 4 pasangan di bawah usia 40 tahun yang menikah dalam satu tahun terakhir bertemu melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga: 3 Korban tewas kebakaran Glodok berhasil diidentifikasi, 2 pramugari dan 1 pegawai BUMN, polisi temukan mobil milik pramugari

Selain itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo juga merilis aplikasi kencannya sendiri untuk mempermudah warga menemukan pasangan. 

Langkah lain yang diambil meliputi pemberian informasi tentang keseimbangan kehidupan kerja, dukungan pengasuhan anak, bantuan perumahan, serta konseling karier. 

Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan pria dalam pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak.

Namun, para ahli tetap memperkirakan penurunan populasi Jepang akan berlangsung selama beberapa dekade mendatang. 

Baca Juga: Sistem baru PPDB yang menghilangkan istilah zonasi, ini gantinya dan perbedaannya

Menurut The Independent, 8 Januari 2025, meskipun tingkat kesuburan segera meningkat, populasi Jepang tetap akan menyusut hingga ketidakseimbangan antara generasi muda dan tua stabil.

Fenomena resesi seks di Jepang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: The Independent, Japan Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X