GENMILENIAL.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih saham sebesar Rp84,99 triliun di Bursa Efek Indonesia sejak awal 2026 hingga 9 Oktober.
Besarnya angka tersebut memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang memengaruhi keputusan investor asing dalam menempatkan dananya di pasar saham Indonesia.
Pemerhati pasar, Goenardjoadi Goenawan, menilai kepastian kebijakan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Baca Juga: Mobil terparkir bisa terbakar, waspadai 10 penyebab berikut
Menurutnya, keputusan investasi tidak hanya ditentukan oleh peluang keuntungan, tetapi juga oleh risiko yang harus diperhitungkan.
Angka penjualan bersih tersebut merujuk pada pemberitaan Katadata pada 10 Oktober 2026 berjudul Investor Asing Net Sell Rp84,99 Triliun Sejak Awal Tahun.
Selama pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026, penjualan bersih asing mencapai Rp2,44 triliun. Nilai mingguan itu sudah termasuk dalam akumulasi sejak awal tahun.
Keuntungan saham bukan satu-satunya pertimbangan
Dalam ulasannya pada Kamis 15 Oktober 2026, Goenardjoadi mengingatkan bahwa investor mempertimbangkan potensi keuntungan sekaligus berbagai risiko ketika memilih pasar untuk menanamkan modal.
“Modal tidak dapat dipertahankan hanya dengan pidato atau imbauan,” tulis Goenardjoadi.
Salah satu faktor yang diperhitungkan adalah nilai tukar. Keuntungan investasi saham dalam rupiah bisa berkurang ketika dikonversikan kembali ke mata uang asal jika rupiah melemah.
Baca Juga: OTT Bupati Klaten: KPK ungkap 5 klaster kasus dan sudah tetapkan tersangka
Karena itu, kinerja saham saja belum tentu menggambarkan keuntungan akhir yang diterima investor asing.