Karena itu, pengembangan MotoGP Mandalika diarahkan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat di sekitar destinasi.
Pemerintah Perkuat Pengembangan Sport Tourism
Kementerian Pariwisata berupaya memperluas manfaat penyelenggaraan ajang olahraga internasional melalui penguatan kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata olahraga sebagai salah satu daya tarik pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Kemarau masih mendominasi, BMKG ungkap potensi hujan pada 9–15 Oktober 2026
Selain menghadirkan kompetisi, kegiatan olahraga internasional dinilai memiliki potensi untuk memperkenalkan destinasi dan mendorong kunjungan wisatawan.
Widiyanti menegaskan pentingnya sinergi untuk mengembangkan sektor tersebut secara berkelanjutan.
"Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan," terang Widiyanti.
Ia juga menilai olahraga memiliki daya tarik global yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pariwisata.
Baca Juga: Viral penghulu marah-marah saat akad nikah, begini klarifikasi dan respons Kemenag
"Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik," pungkasnya.
Dengan jumlah pengunjung mencapai 157.875 orang dan proyeksi dampak ekonomi hingga Rp5 triliun, MotoGP Mandalika 2026 menjadi salah satu ajang yang memperlihatkan potensi wisata olahraga dalam mendukung aktivitas pariwisata dan usaha masyarakat.***