Sementara itu, posisi kas dan bank yang sebelumnya sekitar Rp1,32 miliar secara proforma dapat meningkat menjadi sekitar Rp2,35 triliun setelah pelaksanaan rights issue dan memperhitungkan rencana penggunaan dana.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa PMHMETD I berpotensi mengubah skala keuangan MGLV secara signifikan.
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya aksi korporasi akan digunakan untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center atau NDC kepada PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAI Center.
Sisa dana akan dialokasikan untuk modal kerja, belanja modal, pengembangan perusahaan, serta pembayaran utang usaha yang berkaitan dengan kegiatan bisnis data center.
“Tujuan dari rencana PMHMETD I oleh Perseroan adalah pengembangan bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan prospek usaha Perseroan ke depannya,” tulis manajemen MGLV dalam perubahan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 3 September 2026.
Transformasi bisnis menuju infrastruktur AI
Rencana penambahan modal tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis MGLV menuju sektor infrastruktur digital.
Melalui ekosistem usahanya, perseroan mengembangkan fasilitas high-density data center untuk mendukung penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data berkapasitas tinggi.
Fasilitas tersebut diarahkan untuk melayani kebutuhan cloud computing, artificial intelligence atau AI, serta layanan digital lainnya.
Manajemen memandang pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan adopsi AI, dan percepatan transformasi digital telah menciptakan kebutuhan terhadap pusat data yang andal, aman, serta berkapasitas tinggi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi dorong olahraga rakyat, Kalimalang bakal dihidupkan lewat lomba dayung
Pasar juga mencermati struktur pengendalian baru MGLV. PT Nextier Datamate Center tercatat menguasai 74,06 persen saham perseroan dan menjadi pemegang saham pengendali.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, Glenn T. Sugita, Suriyanto, dan Sugito Walujo disebut sebagai pemilik manfaat MGLV.