Meski harga saham mengalami kenaikan tajam, volume perdagangan MGLV hingga sesi pertama tercatat sekitar 127.500 saham.
Jumlah tersebut masih berada di bawah rata-rata volume perdagangan yang tercantum sekitar 1,42 juta saham.
Baca Juga: RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Data perdagangan itu memperlihatkan bahwa lonjakan harga MGLV pada sesi pertama belum diikuti volume transaksi yang melampaui rata-rata.
Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena perdagangan sesi kedua pada 8 September 2026 belum berlangsung.
Pergerakan dalam grafik lima hari menunjukkan kenaikan yang berlangsung secara bertahap.
Setelah bergerak di kisaran Rp10.700 hingga Rp11.200 pada awal September, harga MGLV naik menuju Rp12.200, kemudian menguat ke Rp13.500 dan kembali melonjak hingga Rp14.850.
Dalam periode satu bulan, saham MGLV juga sempat mengalami koreksi dari kisaran Rp12.200 menuju Rp10.700.
Setelah itu, tekanan beli kembali menguat hingga membawa harga saham mencetak level tertinggi baru.
Transformasi bisnis ke infrastruktur digital
Kenaikan harga MGLV berlangsung seiring perubahan arah bisnis perusahaan menuju pengembangan infrastruktur digital dan pusat data berkapasitas tinggi.
Melalui entitas anaknya, NexAI Digital Center, perseroan berencana mengembangkan fasilitas high-density data center untuk mendukung kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan untuk melayani kebutuhan cloud computing, artificial intelligence atau AI, serta berbagai layanan digital lainnya.