karir-bisnis

Pergerakan HURIP Srimanganti bekerja sama dengan Keraton Sumedang Larang, gerakkan ekonomi petani lewat jagung hibrida

Minggu, 6 September 2026 | 10:55 WIB
Ketua Pembina Forum Bumdes Jawa Barat Urip Soeprianto (Bos Urip), Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Budayawan Ki Maher, serta petani dan kelompok tani dalam diskusi publik, Sabtu, 5 September 2026

GENMILENIAL.ID — Pergerakan HURIP Srimanganti bekerja sama dengan Keraton Sumedang Larang mendorong penguatan ekonomi petani melalui pengembangan jagung hibrida.

Program tersebut disiapkan dengan konsep pertanian yang memiliki kepastian pasar dari hulu hingga hilir.

Upaya itu dibahas dalam diskusi publik bertema ‘Memakmurkan Kerajaan Sumedang’ melalui sektor bisnis, terutama pertanian, yang digelar di Keraton Sumedang Larang, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pembina Forum Bumdes Jawa Barat sekaligus inisiator Pergerakan HURIP Srimanganti Urip Soeprianto atau Bos Urip, Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Budayawan Jawa Barat Ki Maher, serta puluhan petani dan kelompok tani dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Baca Juga: 3 Kecamatan Tanggamus diguyur hujan abu vulkanik Anak Krakatau, BPBD imbau warga waspada

Dorong ekonomi petani dari bawah

Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga mengatakan, Pergerakan HURIP Srimanganti diarahkan untuk mendorong kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, dengan pendekatan ekonomi kerakyatan yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal Sunda.

“Ya pergerakan HURIP Srimanganti ini merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Pak Haji Urip Soeprianto (Bos Urip) dan Keraton Sumedang Larang bagaimana kita berpikir memiliki visi ingin memberikan sebuah kemakmuran kesejahteraan kepada masyarakat khususnya masyarakat tani yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal,” kata Luky.

Menurut dia, pendekatan yang digunakan adalah ekonomi dari bawah atau bottom-up. Model tersebut diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penguatan kelompok-kelompok tani.

Baca Juga: Duh! Seorang pria ngamuk di jalanan Jaksel bikin geram warganet: Sok jagoan, akhirnya tak berkutik

“Nah langkah pertama kegiatan ini adalah desiminasi tentang tanaman jagung hibrida karena kita sudah memiliki pola, memiliki market dan manajemen pertaniannya sudah kita memiliki, tinggal di aplikasi ke dalam masyarakat, khususnya kelompok tani jadi tujuan utamanya ingin memperdayakan kemakmuran masyarakat yang berbasis kelompok tani,” tuturnya.

Jagung hibrida disiapkan dengan pasar

Luky menjelaskan, jagung hibrida dipilih karena pengembangannya telah direncanakan dengan memperhitungkan rantai pertanian dari penanaman hingga pemasaran.

“Kenapa kita mendorong petani untuk menanam jagung hibrida, karena kita sudah melakukan sebuah survei, melakukan sebuah perencanaan bahwa dengan penanaman jagung hibrida ini sudah terkendali hulu hingga hilir, dari penanaman hingga pembelianya sudah ada, penampungnya sudah ada, hingga sudah ada kepastian, maka kami dorong untuk menanam jagung agar petani itu kesejahteraanya ada peningkatan,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini