GENMILENIAL.ID – Beroperasinya terminal petikemas di Pelabuhan Patimban menjadi momentum penting meningkatnya aktivitas logistik nasional.
Di sisi lain, kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih ikut terdorong naik dan menjadi perhatian serius.
Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang (TRS) merespons cepat kondisi tersebut dengan menyiapkan peningkatan kapasitas pasokan air guna mendukung operasional pelabuhan yang terus berkembang.
Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, menyebut saat ini distribusi air bersih ke kawasan KSOP Patimban masih berada di kisaran 2 hingga 3 liter per detik.
"Kami saat ini sudah menyuplai air bersih sekitar 2 sampai 3 liter per detik ke kawasan KSOP Patimban, namun ke depan kebutuhan ini dipastikan akan meningkat seiring bertambahnya aktivitas pelabuhan," ujar Lukman, dalam keterangannya.
Aktivitas pelabuhan meningkat, kebutuhan air ikut terkerek
Dengan mulai beroperasinya terminal petikemas, Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi salah satu pusat logistik utama di Indonesia.
Aktivitas kapal, bongkar muat, hingga industri pendukung dipastikan meningkat signifikan.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap kebutuhan air bersih yang tidak hanya digunakan untuk operasional pelabuhan, tetapi juga kawasan industri dan fasilitas pendukung lainnya.
Saat ini distribusi air dilakukan dari Reservoar Pamanukan menuju ground tank KSOP Patimban yang memiliki kapasitas hingga 1.800 meter kubik.
"Distribusi air kami lakukan dari Reservoar Pamanukan ke ground tank KSOP dengan kapasitas 1.800 meter kubik sebagai penyangga kebutuhan awal," jelasnya.
Baca Juga: Belajar buat konten untuk website dan medsos di era digital, ingatkan soal SEO hingga GEO friendly