Ketiga, respons dan penilaian masyarakat terhadap unit kerja juga ikut diperhitungkan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa suara publik mulai ditempatkan sebagai indikator kinerja aparatur.
Dorong birokrasi adaptif dan berorientasi hasil
Uji kompetensi yang diikuti 18 peserta dan 2 peserta evaluasi kinerja ini disebut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi.
Kegiatan ini juga didukung panitia seleksi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, hingga pejabat provinsi.
Kang Rey menilai, birokrasi masa depan harus lebih adaptif terhadap perubahan, tidak kaku, dan mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin organisasi perangkat daerah yang mampu menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar pelaksana rutinitas.
Harapan lahirnya pemimpin kinerja tinggi
Melalui sistem evaluasi ini, pemerintah Kabupaten Subang berharap lahir pejabat-pejabat terbaik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki visi pembangunan yang kuat.
Hasil uji kompetensi diharapkan menjadi dasar objektif dalam penataan jabatan, mutasi, hingga percepatan pelayanan publik di daerah.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Subang menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.***