Aksi lingkungan dan kebersamaan peserta
Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan aksi bersih pantai, senam pagi saat matahari terbit, serta berbagai permainan kebersamaan.
Baca Juga: Kisah Riris dan Ismawati di Subang, tinggal di gubuk 2x2 meter dan mandi pakai air sawah
“Kami ingin peserta pulang tidak hanya bawa kenangan, tapi juga jejaring dan peluang usaha baru,” kata Febrian.
Salah satu peserta asal Baubau, Raflianti, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
“Sangat seru dan saya mendapatkan pengetahuan baru karena narasumber yang hadir pun insightful, rekreasinya dapat, jadi bisa healing sambil belajar tipis-tipis,” ujarnya.
Peserta lainnya, Adrun Nafis dari Buton Tengah, juga mengapresiasi konsep kegiatan yang memadukan diskusi serius dengan suasana santai.
Baca Juga: Tambang tanah merah Subang jadi sorotan, pengusaha buka suara soal izin dan pajak
“Seru sekali, walau hujan, suasana kebersamaan tetap hangat. Workshop-nya juga penuh ilmu, healing dapat, teman baru dapat,” katanya.
Dorong promosi wisata berbasis komunitas
Camping Kreatif ini juga menjadi bagian dari strategi promosi wisata lokal berbasis komunitas. Pantai Sausumangka dipilih karena memiliki panorama eksotis serta akses yang memadai.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat, terutama pada sektor homestay, kuliner, dan transportasi lokal.
Febrian menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk membangun sinergi jangka panjang.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kreatif yang kuat,” tegasnya.