Merespons paparan tersebut, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi peran ICCN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong akselerasi ekonomi kreatif.
Ia kemudian menetapkan tiga program utama (quick wins) yang akan segera dieksekusi bersama pada 2026.
Baca Juga: Sempat viral pesawat Super Air Jet delay 5 jam penumpang dapat kompensasi Rp300 ribu
Pertama, implementasi Riset Kompas Navigasi Kebijakan di lima provinsi dari total 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Program ini ditargetkan menjadi fondasi kebijakan berbasis data.
Kedua, pelibatan ICCN dalam Organizing Committee agenda internasional World Conference on Creative Economy (WCCE).
Keterlibatan ini dinilai penting untuk memperkuat diplomasi kreatif Indonesia sekaligus meningkatkan jejaring global.
Ketiga, kerja sama akses permodalan melalui penyerapan KUR Intellectual Property (IP) bagi jejaring pelaku kreatif di bawah naungan ICCN.
Baca Juga: Viral suami di Grobogan belah rumah jadi dua buntut dugaan perselingkuhan istri
Skema ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha berbasis kekayaan intelektual.
Komitmen penguatan ekosistem kreatif
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen berkelanjutan ICCN dalam mendukung visi Kementerian Ekraf untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di pasar global.
Sebagai tindak lanjut, pengurus ICCN akan menggelar rapat kerja terbatas guna merumuskan teknis pelaksanaan arahan menteri dalam kalender kerja 2026.
ICCN merupakan simpul lintas komunitas yang menghubungkan lebih dari 200 kota dan kabupaten kreatif di Indonesia.
Baca Juga: Viral sesepuh Karangmoncol Purbalingga ikut TMMD bangun jalan bikin salut warganet
Melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, jaringan ini berupaya mendorong pembangunan ekonomi berbasis kreativitas yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.