Ia berharap TRS Water dapat terus berkembang menjadi produk kebanggaan daerah (local pride) yang mampu bersaing dengan merek AMDK nasional lainnya.
Apalagi, tren konsumsi masyarakat kini mulai bergeser, dari memasak air sendiri ke penggunaan air minum kemasan untuk kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono bantah ogah kritik Anies Baswedan di Mens Rea: Saya paling sering mengulas
Penjualan komunitas dan lembaga turut berkontribusi
Selain sektor industri, Lukman menuturkan bahwa penjualan berbasis komunitas dan kelembagaan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan penjualan TRS Water.
Sejumlah dinas dan instansi pemerintah daerah mulai beralih menggunakan produk TRS Water secara bertahap.
Tak hanya itu, permintaan kerja sama pemasaran juga datang dari berbagai organisasi berjejaring seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI), FKDT, BUMDes, koperasi, hingga komunitas lainnya.
“Permintaan sudah berdatangan untuk kerja sama pemasaran,” tandas Lukman.
Baca Juga: John Herdman pilih tinggal di Indonesia, PSSI tegaskan tak ada pelatih Timnas yang kerja remote
Diversifikasi usaha Perumda TRS
Kehadiran TRS Water sekaligus menandai langkah diversifikasi usaha Perumda Tirta Rangga Subang dalam meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat eksistensi di bisnis ritel AMDK.
Manajemen perusahaan pun terus melakukan pembenahan, mulai dari sistem pergudangan, penjualan, hingga promosi.
Saat ini, pengelolaan penjualan AMDK TRS Water ditangani oleh tim khusus yang terpisah dari unit lainnya dan dipimpin oleh seorang manajer.
Produk TRS Water juga telah tersedia di e-katalog, sehingga memudahkan proses pengadaan oleh instansi pemerintah.***