GENMILENIAL.ID — Tantangan penyediaan lapangan kerja kembali jadi sorotan publik. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat, setiap tahun ada 10,7 juta warga Indonesia yang membutuhkan pekerjaan, sementara angka pengangguran masih menyentuh 7,2 juta jiwa.
Kepala Pusat Pasar Kerja Kemenaker, Surya Lukita Warman menegaskan kondisi ini merupakan beban besar bagi pemerintah.
“Amanat UUD 1945 jelas, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan layak. Maka 10,7 juta orang ini harus benar-benar diperhatikan,” ujar Lukita dalam media briefing di Jakarta, Jumat, 26 September 2025.
Menurutnya, angka itu belum termasuk pekerja yang terkena PHK atau mereka yang tengah mencari pekerjaan baru.
Pendidikan jadi faktor penghambat
Lukita mengungkapkan, masalah lain yang memperparah situasi ketenagakerjaan adalah rendahnya kualifikasi pendidikan.
“Sekitar 55–56 persen penduduk kita kualifikasinya masih SMP ke bawah. SMP, bukan SMA,” katanya.
Padahal, setiap tahun terdapat sekitar 3,5 juta lulusan baru dari SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang masuk ke pasar kerja dan harus diserap oleh industri.
Janji lapangan kerja masih ditunggu
Pembukaan lapangan kerja sempat menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pasangan ini berkomitmen menciptakan 19 juta lapangan kerja baru melalui berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksi membuka 1,9 juta kesempatan kerja.