GENMILENIAL.ID – Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-7 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Subang digelar di Gedung Sawala Ageung, Hotel Laska Subang, Kamis 25 September 2025.
Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah program kerja organisasi pengusaha di Subang.
Ketua APINDO Subang periode 2020–2025, Asep Rochman Dimyati, menegaskan fokus program ke depan adalah mengawal investasi, memperkuat industrialisasi, dan memastikan UMKM Subang tidak tertinggal dalam arus pembangunan.
“Program kita ke depan, APINDO akan menggandeng UMKM, mengajak pengusaha menjadi bapak angkat UMKM agar sama-sama maju. Industrialisasi tidak boleh meninggalkan UMKM,” ujar Asep.
Baca Juga: Muskab ke-7 APINDO Subang: Dorong sinergi industri dan UMKM di era industrialisasi
Selain itu, APINDO Subang berkomitmen membangun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang terampil.
Langkah ini dinilai penting agar masyarakat Subang siap menghadapi derasnya masuknya investor industri.
“Dengan adanya BLK, masyarakat Subang bisa mendapat pelatihan skill dan soft skill. Jadi ketika investor datang, tenaga kerja sudah siap, tidak perlu bingung mencari dari luar,” tambahnya.
Asep juga menekankan bahwa pengusaha harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Baca Juga: ESAI: Subang, laboratorium perjuangan Marhaenisme
“Target lima tahun ke depan, APINDO Subang hadir bukan hanya untuk pengusaha, tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Subang,” tegasnya.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menilai arah program kerja APINDO ini sejalan dengan kebutuhan daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan pengusaha untuk memastikan industrialisasi di Subang berjalan berkeadilan.
“Subang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan pengusaha. APINDO punya posisi penting agar industrialisasi memberi manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya bagi investor,” kata Reynaldy.***