Keputusan itu terbukti visioner, karena YouTube kemudian tumbuh menjadi pusat video online terbesar di dunia.
Delapan tahun berselang, pada 2014, Susan Wojcicki resmi diangkat menjadi CEO YouTube.
Di bawah kepemimpinannya, YouTube mengalami pertumbuhan pesat baik dari jumlah pengguna, keberagaman konten, maupun pendapatan iklan.
Ia juga memperkenalkan program monetisasi untuk kreator, yang menjadikan YouTube bukan hanya platform hiburan, tetapi juga sumber penghidupan bagi jutaan orang.
Baca Juga: Wamenaker Noel bantah OTT KPK dan kasus pemerasan, tapi KPK sebut terima uang Rp3 miliar
“Bagi saya, para kreator adalah jantung YouTube,” tegas Susan.
Meski sukses, pada Februari 2023 ia memutuskan mundur dari jabatannya.
Alasan utamanya adalah fokus pada keluarga, kesehatan, dan proyek pribadi. Namun, ia tetap menjadi penasihat di Alphabet, induk perusahaan Google.
Sayangnya, setahun kemudian dunia teknologi berduka. Pada 9 Agustus 2024, Susan Wojcicki meninggal dunia pada usia 56 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
Kepergiannya meninggalkan warisan besar: sebuah kisah inspiratif tentang keberanian, visi, dan dedikasi seorang perempuan yang berhasil mengubah wajah industri teknologi global.
Kini, perjalanan hidupnya tak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga inspirasi bagi para pengusaha, kreator, dan generasi muda yang tengah berjuang membangun inovasi di era digital.***