GENMILENIAL.ID – Sebuah babak berakhir, dan yang tertinggal adalah jejak pengabdian yang tak sederhana. AKBP Ariek Indra Sentanu resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Subang dan kini mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Selama hampir dua tahun menjabat di Subang, ia bukan hanya dikenal sebagai perwira tinggi Polri, tetapi sebagai figur yang menanamkan semangat ketegasan, kejujuran, dan keberanian dalam menjaga keamanan wilayah.
Kepemimpinannya tercatat kuat, terutama dalam agenda pemberantasan narkotika. Dalam rentang Juli 2023 hingga Juni 2025, Polres Subang di bawah komandonya berhasil mengungkap 198 kasus narkotika dan mengamankan 235 tersangka.
Baca Juga: ESAI: Transformasi energi gagal manakala literasi terabaikan?
Jumlah yang bukan sekadar angka, melainkan bukti dari kerja sistematis dan tanpa kompromi terhadap kejahatan yang mengancam generasi muda.
Barang bukti yang disita selama periode tersebut mencerminkan skala operasi yang besar, lebih dari 6 kilogram sabu, hampir 1,4 kilogram ganja, ratusan butir psikotropika, serta puluhan ribu obat keras terbatas dan tembakau sintetis.
Semuanya menjadi simbol dari upaya menyelamatkan masyarakat, bukan hanya menegakkan hukum.
Namun keberhasilan AKBP Ariek tak hanya soal statistik. Ia dikenal membawa pendekatan kepemimpinan yang seimbang antara ketegasan dan keterbukaan.
Baca Juga: Ridwan Kamil gugat balik Lisa Mariana Rp105 miliar, tuding ada upaya merusak reputasi publik
Kinerja anggota ditingkatkan, sinergi dengan masyarakat diperkuat, dan kepercayaan publik terhadap institusi terus dibangun.
Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok pimpinan yang kini berpindah tugas itu.
“Bapak Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu adalah sosok yang kharismatik, selalu memberikan tauladan yang baik dan solusi dalam setiap permasalahan yang sulit. Moto beliau 'noto ati' yang artinya selalu bersikap bijak dan tenang dalam bersikap, menjauhkan diri dari sifat iri, dengki, arogan, dan amarah," ungkap AKP Bagus Panuntun.
"Beliau juga tidak anti kritik dari masyarakat. Bahkan atas cacian sekalipun, beliau selalu mengajarkan agar menjawabnya secara profesional dengan penjelasan dan pelayanan,” sambungnya.