karir-bisnis

Dari Kremlin ke Konstantinovsky: Seskab Teddy kenang jejak diplomasi Prabowo dan harapan baru kemitraan Indonesia-Rusia

Sabtu, 21 Juni 2025 | 01:47 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Letkol Teddy Indra Wijaya (Dok. Sekretariat Kabinet)

GENMILENIAL.ID – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tak sekadar menjadi bagian dari delegasi resmi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Ia turut membawa serta memori diplomatik yang memperkuat makna pertemuan dua kepala negara: Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Lewat unggahan reflektifnya pada Jumat, 20 Juni 2025, Teddy mengenang momen satu tahun silam ketika mendampingi Prabowo yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan juga Presiden Terpilih, dalam kunjungan kenegaraan ke Kremlin, Moskow.

“Setahun yang lalu, di Istana Kremlin, Moskow, saat Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan mengunjungi Rusia sebagai Presiden Terpilih,” tulis Teddy dalam unggahan media sosialnya.

Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa pilih Afrika untuk bulan madu: Bukan liburan mewah, tapi pencarian pengalaman unik

Kini, setahun berselang, dua pemimpin itu kembali duduk satu meja sebagai kepala negara di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.

Namun lebih dari sekadar seremoni kenegaraan, bagi Teddy, peristiwa ini adalah kilas balik penting bagi bangsa yang menghargai sejarah diplomasi.

Momen Seskab Teddy kenang pertemuan dengan Putin setahun lalu (Instagram/sekretariat.kabinet)

“Pertemuan ini menjadi momen untuk mengingat peran historis Rusia dalam perjalanan Indonesia, seperti saat membantu merebut Irian Barat pasca-kemerdekaan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Teddy menyinggung kontribusi nyata Rusia (saat itu Uni Soviet) dalam membangun infrastruktur nasional, seperti kompleks olahraga Senayan yang menjadi inspirasi dari Stadion Luzhniki di Moskow.

Baca Juga: Salah kostum di ngunduh mantu Al Ghazali, Cinta Laura tetap tampil elegan dan beri doa menyentuh

“Bangunan monumental seperti Gelora Bung Karno adalah wujud kolaborasi nyata. Tim arsitek dari Moskow, Technoexport, hingga pinjaman lunak Uni Soviet telah jadi bagian sejarah kemitraan itu,” tulis Teddy.

Melalui narasi personal dan penuh nilai sejarah, Teddy menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia-Rusia bukan hanya soal kepentingan ekonomi dan politik hari ini, tetapi juga soal kesinambungan dan rasa hormat terhadap sejarah.

“Mengapa sejarah ini penting untuk ditengok kembali? Karena bangsa yang besar, adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah,” tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini