Tak hanya itu, AJI juga rutin mengadakan pelatihan jurnalistik, termasuk pelatihan peliputan HAM, isu gender, hingga disinformasi digital.
Semua dilakukan dalam semangat memperkuat kualitas jurnalisme yang berpihak pada publik.
Menjadi bagian dari AJI
Untuk menjadi anggota AJI, seorang jurnalis harus melalui uji kompetensi dan menyatakan komitmennya terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.
AJI terbuka untuk jurnalis media cetak, online, radio, dan televisi, dengan syarat tidak terlibat dalam politik praktis atau menjadi pejabat publik.
Di era ketika kebebasan pers kembali diuji dan jurnalis menghadapi tekanan dari berbagai arah, AJI tetap berdiri sebagai penjaga suara independen.
Dalam banyak kasus, kehadiran AJI menjadi penguat bahwa demokrasi tak mungkin berjalan tanpa pers yang merdeka.***