GENMILENIAL.ID – Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan melalui Linkhub kembali menggelar seminar bertajuk 'Academic, Business, Government, Community dan Media (ABGCM), Unit Pengembangan Sumber Daya Manusia di Subang', Jumat, 18 April 2025, di Aula Pemda Subang.
Kegiatan ini menjadi ajang diskusi strategis untuk mendorong kesiapan SDM lokal menghadapi peradaban baru, khususnya di sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor, di antaranya Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yudil Chatim, Kaprodi Energi Terbarukan FTUPI Dr. Bambang Trisno.
Baca Juga: Galuh Pakuan dorong penguatan SDM lokal hadapi perubahan peradaban
Kemudian Kaprodi Teknik Otomotif FTUPI Dr. Ridwan Adam Noor, dan penggagas Electric Vehicle Training Academy, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana.
Dalam paparannya, Dr. Bambang Trisno menyebut kendaraan listrik sebagai lompatan teknologi yang membutuhkan kesiapan pelatihan dan SDM.
Menurutnya, teknologi ini akan berkembang luas dan mencakup berbagai bidang seperti robotik dan otomasi.
Sementara itu, Dr. Ridwan Adam menegaskan kendaraan listrik merupakan bagian dari fase penyempurnaan transportasi modern dan langkah konkret dalam pengurangan emisi karbon.
Dewi Kandiati Paramesty, yang akrab disapa Tingting, menyampaikan bahwa Electric Vehicle Training Academy lahir sebagai respons atas rencana kehadiran industri BYD di Subang.
Ia menyatakan program pelatihan ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang kendaraan listrik.
“Kami akan seleksi siswa terbaik untuk ikut dalam pelatihan perdana pada Mei 2025. Ini proyek percontohan agar SDM Subang bisa langsung masuk ke industri,” ujarnya.
Yudil Chatim dari KBRI Beijing menambahkan bahwa jalur pendidikan seperti SMK, Politeknik, dan Universitas perlu diperkuat untuk menyambut investasi dari negara-negara mitra, seperti Tiongkok, Hongkong, dan Singapura.