Selain Abdul Haris, jajaran direksi dari setiap perusahaan dalam Holding DEFEND ID serta sejumlah tokoh penting di bidang komunikasi Kementerian BUMN dan Pertahanan turut hadir dalam rapat ini.
Beberapa di antaranya adalah Staf Khusus Bidang Strategi Komunikasi dan Hubungan Publik Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen Frega Wenas Inkiriwang.
Kemudian Sekretaris Jenderal BP Perhumas Indonesia, Benny Siga Butarbutar, Juru Bicara Kementerian BUMN, Putri Viola serta Tenaga Ahli Komunikasi Internal Menteri BUMN, Dian Safitri.
Rapat kerja ini membahas berbagai aspek komunikasi, termasuk strategi komunikasi korporat, manajemen isu, dan mitigasi krisis komunikasi.
Para peserta juga mendiskusikan pentingnya penggunaan data akurat dalam pengambilan keputusan komunikasi. Dalam pemaparannya, Arya Sinulingga memberikan arahan mengenai produksi komunikasi perusahaan.
"Framework Komunikasi BUMN harus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Setiap produksi komunikasi BUMN perlu menekankan dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, pembangunan berkelanjutan, serta kontribusi bagi negara," tutur Arya Sinulingga.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan yang juga bertindak sebagai tuan rumah, menyoroti peran komunikasi korporasi dalam membangun dan menjaga hubungan strategis.
"Komunikasi korporat yang efektif memperkuat reputasi perusahaan dan mendukung pencapaian bisnis," ungkap Gita.
Di lain sisi, Brigjen Frega Wenas Inkiriwang menekankan perlunya narasi pertahanan yang solid.
"Produk alutsista dalam negeri harus saling melengkapi seperti kepingan puzzle. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyusun narasi yang utuh dalam diseminasi informasi pertahanan," kata Frega Wenas
"Kami berharap dunia melihat industri pertahanan Indonesia sebagai sektor berteknologi maju, berkualitas unggul, kompetitif, dan diakui secara global," sambungnya.
Sebagai narasumber terakhir dari agenda rapat, Benny Siga Butarbutar menyoroti strategi menghadapi serangan siber.