"Daunnya yang selama ini hanya dijadikan pakan ternak atau bahkan dibuang, ternyata bisa kita manfaatkan serat alam nanasnya menjadi benang, dari benang serat nanas ini menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai. Seperti kain tenun, batik, atau lainnya," terangnya.
Ahmad juga memaparkan bahwa daun nanas yang tidak dimanfaatkan akan dihimpun, dikelola dan dijadikan produk yang bernilai dengan memberikan fasiltas mesin dan kebutuhan lainya bagi para anggota Paguyuban BTS.
"Ibu-ibu yang memiliki kebun nanas atau daun nanas yang tidak terpakai, bisa menghubungi kami. Nantinya melalui ibu-ibu paguyuban ini, kita kelola dan manfaatkan serat alam nanas menjadi produk yang tinggi nilainya," kata Ahmad.
"Insyaa Allah dengan adanya potensi besar ini bisa meningkatkan kesejahteraan kita semua," tambahnya dengan penuh semangat.
Baca Juga: Bertemu MBZ, Prabowo apresiasi inisiatif pelibatan Indonesia untuk misi kemanusiaan Gaza
Kegiatan silaturahmi anggota Paguyuban BTS tersebut dihadiri sekitar 85 anggota, kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian suplemen kesehatan bagi seluruh peserta.
Ahmad juga mengatakan bahwa kegiatan silaturahim para anggota Paguyuban BTS akan dilakukan secara rutin sebagai sarana evaluasi dan dengar pendapat bagi seluruh anggota.
"Silaturahmi ini akan dilakukan secara rutin sebagai sarana evaluasi dan dengar pendapat dari seluruh anggota serta diharapkan anggotanya bisa sama-sama bertumbuh seperti nama paguyuban ini, bersama tumbuh sejahtera," tuturnya.***