PM Anwar Ibrahim: Potensi investasi RI-Malaysia terlalu besar tapi belum dioptimalkan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 2 Juli 2025 | 03:10 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim (tengah) (Instagram.com/@anwaribrahim_my)
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim (tengah) (Instagram.com/@anwaribrahim_my)

GENMILENIAL.ID – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menilai potensi kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia sangat besar, namun belum dioptimalkan secara maksimal.

Hal itu disampaikan Anwar dalam konferensi pers bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 27 Juni 2025.

"Potensi investasi dan dagang negara kita ini terlalu besar. Tetapi kami berdua merasakan kita belum optimalkan keupayaan ini," ujar Anwar.

Ia menyayangkan potensi tersebut belum digarap dengan sungguh-sungguh, padahal kedua negara memiliki hubungan historis dan strategis yang kuat.

Baca Juga: Kuasa Hukum: Baim Wong larang Paula Verhoeven temui anak di sekolah

“Dan ini agak disesalkan, tidak waras dari sudut kepentingan dan persahabatan yang terikat di dalam kita,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada 2024 Indonesia menjadi mitra dagang global terbesar keenam bagi Malaysia dan mitra kedua terbesar di antara negara-negara ASEAN.

Total nilai perdagangan kedua negara meningkat sebesar 4,5 persen dari 24,39 miliar dolar AS (Rp394,6 triliun) menjadi 25,5 miliar dolar AS (Rp412,5 triliun).

Anwar pun menyatakan sepakat dengan ajakan Presiden Prabowo untuk mengambil langkah konkret dalam mendorong peningkatan investasi dua arah.

Baca Juga: Dituding langgar hak cipta lagu sejak 2018, Lesti Kejora segera dipanggil polisi

“Saya setuju dengan desakan Presiden supaya langkah-langkah yang munasabah, apapun yang mungkin untuk kita tingkatkan investasi masing-masing negara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyinggung isu tarif perdagangan dari Amerika Serikat dan dinamika geopolitik global yang turut mempengaruhi kerja sama ekonomi kawasan.

Ia menegaskan komitmen kedua negara untuk segera menyelesaikan berbagai tantangan bersama.

"Kita berkomitmen, berkehendak keras untuk menyelesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X