GENMILENIAL.ID - Sebagian orang menilai Canva merupakan platform yang memiliki fitur yang lengkap untuk menghasilkan karya desain visual yang menarik.
Siapa sangka, dulunya Canva hanyalah platform yang digunakan untuk membuat buku tahunan di sekolah menengah atas (SMA) di Australia.
Dikutip dari Zero To One, kini platform desain itu kian berkembang dan memiliki lebih dari 135 juta pengguna.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok di balik keberhasilan Canva menjadi salah satu platform desain yang populer di dunia? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Awal mula kemunculan Canva
Melanie Perkins dan Cliff Obrecht adalah pasangan suami istri asal Australia yang mendirikan perusahaan Fusion Books pada tahun 2007 silam.
Melanie bersama sang suami dikenal mampu membuat para siswa di Australia berkreasi dalam mendesain buku tahunan sekolah mereka dengan kreatif.
Seiring waktu, Fusion Books menjadi pemasok buku tahunan terbesar di Australia.
Keberhasilan Melanie dan Cliff itu menarik minat seorang pebisnis Cameron Adams asal Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan platform sederhana untuk para desainer.
Pada tahun 2013, menjadi awal kemunculan platform Canva yang kala itu dirancang khusus untuk 50 ribu pengguna.
Platform desain yang sederhana
Dalam menjalankan perusahaan Canva, Melanie bertindak sebagai CEO yang memiliki misi untuk memberdayakan setiap orang di dunia untuk mendesain apapun sesuka hati mereka.
Artikel Terkait
Pemilik HokBen ini ternyata dulu cuman seorang karyawan yang pilih terjang kerasnya Kota Jakarta dengan bekal pas-pasan
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Zhang Yiming, pendiri TikTok yang dulu hanya karyawan biasa kini menduduki daftar orang terkaya di dunia
Dukung program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, Kapolres Subang berikan bantuan personel Polri yang memiliki usaha ketahanan pangan
Dirintis sejak 1900-an? inilah sosok di balik merek cokelat ‘Snickers’ yang kini duduki peringkat top 30 orang terkaya di dunia
Wajib intip! inilah 5 potensi bisnis dari usaha tani usai Mentan ungkap keuntungan Rp10 juta per bulan bagi petani milenial
CEO Promedia, Agus Sulistiyono, desak kebijakan ekonomi pro rakyat: Stop impor beras, sapi, dan daging beku yang memukul petani dan peternak