Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 6 November 2024 | 19:16 WIB
Potret Pengusaha Kaya Asal Surabaya, Hermanto Tanoko (Instagram.com/@htanoko)
Potret Pengusaha Kaya Asal Surabaya, Hermanto Tanoko (Instagram.com/@htanoko)

Mulai belajar bisnis sejak usia 5 tahun

Dalam kesempatan yang sama, Helmy Yahya mengaku takjub dengan latar belakang ekonomi keluarga Tanoko yang tergolong kurang mampu.

Baca Juga: HUT ke-3 Flora Wisata D’Castello akan dimeriahkan berbagai event dan juga launching wahana baru, apa itu?

Terlebih, keterbatasan dalam ekonominya itu tidak menyurutkan semangat Tanoko untuk belajar bisnis sedari dini.

Pengusaha asal Surabaya itu bercerita pengalaman masa kecilnya yang tidak mampu membeli kelereng atau mainan berbentuk bulat kristal untuk bermain bersama teman-teman.

“Dulu saya hidup susah, saya bermain saja waktu main kelereng itu, gundu, saya enggak bisa beli, melihat teman-teman bawa kelereng banyak, kala itu saya mau juga. Cuman ya enggak bisa, enggak mampu,” terang Tanoko.

Kemudian, sang ibu mengajak Tanoko kecil yang kala itu berusia 5 tahun untuk membeli tepung terigu yang saat itu harganya sedang naik.

Baca Juga: Zurich Syariah dan PP Muhammadiyah tandatangani MoU untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat berbasis syariah

Memahami maksud sang ibunda, saat itu Tanoko kecil mengerti tentang mencari uang itu tidak mudah dan masih banyak orang yang lebih susah darinya.

“Minta beli biskuit, beli minyak goreng. Lama-lama saya mengerti kalau berbisnis itu keuntungannya bagaimana, cari uang itu enggak mudah,” ujarnya.

Berkaca dari momentum itu, Tanoko dewasa terbiasa membangun mindset seorang pengusaha yang tidak hanya mencari keuntungan, melainkan juga harus diimbangi dengan bersedekah.

Belajar ilmu kerja keras dari orang tuanya

Tanoko menjelaskan tentang cara orang tuanya mendidiknya menjadi pribadi yang mau bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

Baca Juga: Tinjau ruas jalan dan jembatan di 4 kecamatan, Pj Bupati Subang : Infrastruktur baik menjamin pelayanan yang optimal

Momen yang masih teringat olehnya adalah ketika kedua orang tuanya masih belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia alias masih WNA, pada tahun 1960 silam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Forbes, Youtube Helmy Yahya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X