Mulai belajar bisnis sejak usia 5 tahun
Dalam kesempatan yang sama, Helmy Yahya mengaku takjub dengan latar belakang ekonomi keluarga Tanoko yang tergolong kurang mampu.
Terlebih, keterbatasan dalam ekonominya itu tidak menyurutkan semangat Tanoko untuk belajar bisnis sedari dini.
Pengusaha asal Surabaya itu bercerita pengalaman masa kecilnya yang tidak mampu membeli kelereng atau mainan berbentuk bulat kristal untuk bermain bersama teman-teman.
“Dulu saya hidup susah, saya bermain saja waktu main kelereng itu, gundu, saya enggak bisa beli, melihat teman-teman bawa kelereng banyak, kala itu saya mau juga. Cuman ya enggak bisa, enggak mampu,” terang Tanoko.
Kemudian, sang ibu mengajak Tanoko kecil yang kala itu berusia 5 tahun untuk membeli tepung terigu yang saat itu harganya sedang naik.
Memahami maksud sang ibunda, saat itu Tanoko kecil mengerti tentang mencari uang itu tidak mudah dan masih banyak orang yang lebih susah darinya.
“Minta beli biskuit, beli minyak goreng. Lama-lama saya mengerti kalau berbisnis itu keuntungannya bagaimana, cari uang itu enggak mudah,” ujarnya.
Berkaca dari momentum itu, Tanoko dewasa terbiasa membangun mindset seorang pengusaha yang tidak hanya mencari keuntungan, melainkan juga harus diimbangi dengan bersedekah.
Belajar ilmu kerja keras dari orang tuanya
Tanoko menjelaskan tentang cara orang tuanya mendidiknya menjadi pribadi yang mau bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.
Momen yang masih teringat olehnya adalah ketika kedua orang tuanya masih belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia alias masih WNA, pada tahun 1960 silam.
Artikel Terkait
Pengamat nilai langkah Prabowo kemahkan anggota kabinet di Magelang cara tingkatkan disiplin dan ketangguhan
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Irwan Hidayat, pria sederhana yang jadi sosok dibalik kesuksesan Sido Muncul yang kini kantongi laba miliaran rupiah
Wow! anak petani yang berani bisnis jualan barang murah ini, kini punya 5.000 toko di 100 negara, siapa dia?
Serikat Buruh apresiasi langkah Prabowo selamatkan 20 ribu buruh PT Sritex Indonesia
Tokoh tani Desa Citrajaya ini minta Pemkab Subang perhatikan dan fasilitasi para petani lokal
Pemilik HokBen ini ternyata dulu cuman seorang karyawan yang pilih terjang kerasnya Kota Jakarta dengan bekal pas-pasan