humaniora

Bajidor Subang kembali menggema di Milangkala ke-78, warisan budaya yang terus dijaga

Kamis, 16 April 2026 | 11:00 WIB
Penampilan kesenian Bajidor meriahkan Milangkala ke-78 Kabupaten Subang di Alun-alun, disambut antusias warga meski diguyur hujan, Rabu, 15 April 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Kesenian Bajidor kembali menjadi sorotan dalam perayaan Milangkala ke-78 Kabupaten Subang.

Gelaran Barung Bajidor yang digelar di Alun-alun Subang, Rabu, 15 April 2026, menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal ini masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang ini menghadirkan tiga grup sekaligus, yakni Casdi Grup, Giri Loka Penclon Pamungkas Grup, dan Kartiwa Grup.

Meski diguyur hujan, masyarakat tetap antusias menikmati pertunjukan yang dibuka dengan lagu Kembang Gadung.

Baca Juga: Penumpang TransJakarta ngaku kecopetan di bus 6A arah Balai Kota, HP terlacak hingga Mampang

Bajidor sebagai warisan budaya tak benda

Kesenian Bajidor bukan sekadar hiburan, tetapi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Subang sejak 2019 melalui sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Keberadaan Bajidor menjadi simbol identitas budaya masyarakat Subang yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus zaman, terutama dengan melibatkan generasi muda.

“Kesenian Bajidor sebagai budaya lokal perlu dijaga, dirawat, dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswi UBL laporkan dosen ke Polda Metro Jaya, terduga pelaku dinonaktifkan kampus

Budaya dan ekonomi bisa tumbuh bersama

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, gelaran Bajidor juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan merasakan perputaran ekonomi di tengah keramaian acara.

Halaman:

Tags

Terkini