GENMILENIAL.ID - Kesenian Bajidor kembali menjadi sorotan dalam perayaan Milangkala ke-78 Kabupaten Subang.
Gelaran Barung Bajidor yang digelar di Alun-alun Subang, Rabu, 15 April 2026, menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal ini masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang ini menghadirkan tiga grup sekaligus, yakni Casdi Grup, Giri Loka Penclon Pamungkas Grup, dan Kartiwa Grup.
Meski diguyur hujan, masyarakat tetap antusias menikmati pertunjukan yang dibuka dengan lagu Kembang Gadung.
Baca Juga: Penumpang TransJakarta ngaku kecopetan di bus 6A arah Balai Kota, HP terlacak hingga Mampang
Bajidor sebagai warisan budaya tak benda
Kesenian Bajidor bukan sekadar hiburan, tetapi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Subang sejak 2019 melalui sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Keberadaan Bajidor menjadi simbol identitas budaya masyarakat Subang yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus zaman, terutama dengan melibatkan generasi muda.
“Kesenian Bajidor sebagai budaya lokal perlu dijaga, dirawat, dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswi UBL laporkan dosen ke Polda Metro Jaya, terduga pelaku dinonaktifkan kampus
Budaya dan ekonomi bisa tumbuh bersama
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, gelaran Bajidor juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan ini membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan merasakan perputaran ekonomi di tengah keramaian acara.