"Ributnya itu, saya kan kerjanya ribut, kelompok atas nama agama, waktu itu saya pakai iket gini, ribut," ungkap Dedi.
"Bilang sampurasun, ribut. Pakai iket katanya musyrik, kafir, didemo. Waktu itu saya belum menguasai media sosial," tambahnya.
Pertemuan tersebut berlangsung santai namun penuh makna, memperlihatkan pentingnya dialog antardaerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelestarian budaya.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi instruksikan sekolah di Jabar kompak masuk Senin–Jumat pukul 06.00 pagi
Pelajar di Jabar dilarang keluar rumah lewat jam 21.00 mulai Juni 2025, ini instruksi Gubernur Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi tetapkan jam masuk sekolah di Jabar jadi pukul 06.30 WIB mulai tahun ajaran baru
Dilaporkan soal barak militer, Dedi Mulyadi: Mungkin mau cari perhatian
Polwan Polres Subang bagikan makanan di CFD Lembur Pakuan, dapat apresiasi masyarakat
Lembur Pakuan: Pesona kampung Gubernur Jawa Barat yang menyulap Subang jadi destinasi favorit
Ipda Herlina Swandy, polwan cantik penjaga keamanan CFD di Lembur Pakuan