GENMILENIAL.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong perubahan pola pembelajaran matematika agar tidak lagi menjadi mata pelajaran yang dianggap menakutkan oleh siswa.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Pelatihan Guru Matematika dengan metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (GASING) di Aula SMKN 2 Subang, Selasa, 15 September 2026.
Pelatihan tersebut diikuti guru matematika jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Subang.
Kegiatan bertemakan 'Generasi Unggul untuk Jabar Istimewa' itu merupakan kolaborasi Telkomsel dan Gasing Academy dalam rangka meningkatkan kemampuan numerasi di Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: 129 Korban masih dicari, evakuasi KM Virgo dibayangi bahaya usai bergeser 1,6 mil di Laut Jawa
Dedi menilai pembelajaran matematika perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik agar siswa tidak memiliki kesan takut terhadap mata pelajaran tersebut.
Dedi Mulyadi soroti kesan guru matematika
Menurut Dedi, kesan menakutkan terhadap matematika bahkan telah muncul sejak dirinya masih bersekolah di tingkat dasar.
“Sejak saya SD, guru matematika itu kesannya galak, dengar mata pelajarannya saja anak-anak sudah malas belajar,” kata Dedi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Baca Juga: Lika-liku Purbaya di kursi menkeu, dari kritikan ceplas-ceplos hingga polemik setoran Rp120 triliun
Perubahan tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga perlu dimulai dari cara guru menyampaikan pembelajaran.
Dedi menegaskan sistem pembelajaran matematika yang ada saat ini perlu dikoreksi.
Para guru didorong untuk mengubah pola pendidikan matematika agar proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.