GENMILENIAL.ID — Isu tingginya angka pengangguran kembali menjadi sorotan, terutama terkait kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi dinilai menjadi solusi strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang siap pakai.
Hal tersebut mengemuka dalam agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Dies Natalis ke-2 Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran yang digelar di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga: Tribun VIP Drift Speed Fest Purwokerto ambruk, polisi langsung investigasi penyebabnya
Kegiatan ini dihadiri Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Asep Nuroni, serta jajaran pemerintah daerah dan sivitas akademika.
Vokasi jadi jawaban kebutuhan industri
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya Setiabudi Sumadinata menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan dunia kerja saat ini.
“Sekolah vokasi diharapkan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja, di tengah angka pengangguran yang cukup tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Direktur Bandung TV Alit Suwirya jadi ketum ATVLI 2026-2030, bakal perkuat solidaritas organisasi
Ia menjelaskan, penguatan pembelajaran berbasis praktik menjadi fokus utama agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan pendidikan yang hanya bersifat teoritis.
“Unpad bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas pendidikan berbasis praktik yang dapat meningkatkan daya saing lulusan,” lanjutnya.
Kolaborasi jadi kunci keberhasilan
Selain penguatan kurikulum, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Sinergi antara kampus, pemerintah, hingga industri menjadi pendekatan yang terus didorong.