Mulai dari puskesmas yang memberikan edukasi kesehatan remaja, Polres Subang yang membahas bahaya napza, hingga Diskominfo yang memberikan pemahaman terkait penggunaan media sosial secara aman.
Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan Kwarran untuk pengenalan kepramukaan, serta demonstrasi ekstrakurikuler yang bertujuan membantu siswa mengenali minat dan bakat mereka.
“Di MPLS juga ada demonstrasi 13 ekstrakurikuler seperti PKS, PMR, Paskibra hingga olahraga, agar siswa bisa mengenal potensi dirinya,” tambah Ucu.
Baca Juga: Ramai dugaan mutasi pegawai buntut surat dinas ke New York bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan biasa
Isu lingkungan jadi penekanan utama
Di sisi lain, panitia MPLS sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMPN 6 Subang, Reni Nuryani, menuturkan bahwa tahun ini pihak sekolah memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah.
Menurutnya, siswa tidak hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga dibiasakan untuk memilah sampah sejak dini.
“Kita dari kebersihan lagi menggencarkan agar siswa peduli lingkungan dengan cara memilah sampah, bukan hanya membuang saja,” jelas Reni.
Sebagai bentuk implementasi, siswa diwajibkan membawa 'tiket pulang sampah' selama MPLS berlangsung.
Baca Juga: Kebakaran berulang di eks TPA Panembong, Kang Rey tutup total: Dipicu gas metana
“Kita mewajibkan siswa membawa tiket pulang sampah, bisa berupa botol plastik, sampah daun, atau jenis lainnya sebagai bentuk edukasi lingkungan,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi siswa sejak awal masuk sekolah, sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.***