Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas belajar secara konsisten tanpa mengandalkan sistem belajar mendadak.
“Tidak boleh ada kata sistem kebut semalam. Harus benar-benar dipersiapkan dari awal semester hingga akhir ujian,” katanya.
Baca Juga: Helikopter PK-CFX jatuh di perbukitan Kalbar, 8 orang tewas usai evakuasi dramatis semalaman
Ia juga menambahkan bahwa ketenangan saat menghadapi ujian menjadi faktor penting yang tidak bisa dipisahkan dari persiapan matang sebelumnya.
“Doa sebelum ujian dan ketenangan saat mengerjakan itu penting, tapi tidak akan tercapai tanpa dua hal sebelumnya,” tambahnya.
Perjalanan 5 tahun penuh tantangan
Di malam kelulusannya, pria asal Kecamatan Kalinyamatan ini mengaku perjalanan selama lima tahun bukanlah hal yang mudah.
Namun, seluruh proses tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak akan ia lupakan.
Baca Juga: 33 HP dimusnahkan, Kalapas Gatot tegas: Lapas Subang harus bersih dari HP, pungli, dan narkoba
Ia pun berpesan kepada para junior agar tetap tekun dalam belajar dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan akademik.
“Belajar yang tekun dan jangan pernah menyerah,” pesannya.
Tak lupa, ia juga mengingatkan pentingnya menghormati para guru dan masyayikh sebagai bagian dari keberkahan dalam menuntut ilmu.
Prestasi Chusnil Mubarok ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan konsistensi mampu mengantarkan generasi muda Indonesia meraih prestasi gemilang di kancah internasional.***