edukasi

Dari Subang menuju dunia, As-Syifa resmi jadi Institut dan siap buka prodi baru

Jumat, 10 April 2026 | 23:18 WIB
Peluncuran Institut As-Syifa di Subang menandai transformasi dari STIQ menuju penguatan pendidikan berbasis Al-Qur’an dengan visi global, Jumat, 10 April 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Transformasi besar terjadi di dunia pendidikan Islam di Kabupaten Subang. STIQ As-Syifa yang berdiri sejak 2021 kini resmi beralih status menjadi Institut As-Syifa, menandai langkah strategis dalam penguatan pendidikan berbasis Al-Qur’an yang lebih luas dan modern.

Perubahan ini tidak sekadar pergantian nama, melainkan perluasan peran akademik yang signifikan.

Jika sebelumnya hanya memiliki Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ke depan Institut As-Syifa akan menghadirkan berbagai program studi baru untuk menjawab kebutuhan zaman.

Baca Juga: Penumpang tahan pintu Whoosh karena barang tertinggal, keberangkatan telat 2 menit

Ekspansi pendidikan berbasis Al-Qur’an

Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. Lalu Agus Pujiartha, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi besar membangun pendidikan Islam berkelas dunia.

“Kami memiliki mimpi menghadirkan Institut Internasional As-Syifa. Perjuangan pendidikan ini bukan perjuangan lokal. Dari Subang untuk Jawa Barat, dari Subang untuk Indonesia, dan dari Subang untuk dunia," ungkap Dr. Lalu dalam keteranganya resminya, Jumat 10 April 2026.

"InsyaAllah ke depan di tempat ini akan hadir Universitas As-Syifa,” sambungnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah pengembangan lembaga yang tidak hanya fokus pada skala lokal, tetapi juga menargetkan kontribusi global dalam bidang pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

Baca Juga: Viral! WNA Italia tampar warga Denpasar karena suara masak, istri korban ngaku trauma

Dukungan pemerintah pusat dan daerah

Peresmian Institut As-Syifa turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Amien Suyitno sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerah.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya visi besar dalam membangun lembaga pendidikan.

“Sebuah lembaga pendidikan harus memiliki visi dan mimpi bersama. Tanpa mimpi, lembaga tidak akan berani tumbuh besar. Kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini