GENMILENIAL.ID – Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Batch 2 di Lanud R. Suryadi Suryadarma, Kalijati, Minggu 29 September 2025, tidak hanya menjadi ajang pembinaan kedisiplinan 1.000 siswa dari sejumlah SMK di Subang.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi atas kondisi generasi muda hari ini.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir bersama Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyoroti krisis kasih sayang dalam keluarga yang berdampak besar pada tumbuh kembang anak.
“Yang hilang dari anak-anak hari ini adalah kasih sayang dari orang tua. Mereka berpikir bahwa dengan memberi uang, semua masalah akan selesai,” kata Dedi Mulyadi di hadapan para peserta.
Baca Juga: IKN ditargetkan jadi ibu kota politik 2028, Jokowi: Sesuai tujuan awal pembangunan
Menurutnya, kurangnya perhatian emosional membuat anak-anak mudah gelisah, mencari pelarian, dan rawan terjerumus ke dalam pergaulan negatif.
“Ada yang positif seperti musik dan olahraga. Tapi ada juga yang negatif, seperti minum-minum, motor brong, dan berkelahi,” lanjutnya.
Di tengah potensi besar Indonesia dengan sumber daya alamnya, Dedi mengingatkan adanya ancaman serius bila generasi mudanya tidak ditempa menjadi pribadi cerdas, kuat, dan berakhlak.
“Masih banyak pihak yang ingin negeri ini diisi oleh orang-orang yang mudah diajak bekerja sama untuk menghisap kekayaan alamnya,” tegasnya.
Perkemahan KKRI, menurut Dedi, menjadi sarana membentuk kembali jati diri anak bangsa. Ia menyebut program ini sebagai bagian dari proses 'healing, traveling, dan eling.'
Ke depan, ia berencana menginisiasi kegiatan serupa di berbagai kompleks militer di Jawa Barat agar siswa dapat memanfaatkan hari libur dengan kegiatan positif.
Selain Gubernur dan Bupati Subang, acara juga dihadiri jajaran pejabat daerah.
Dari 1.000 peserta, sebanyak 93 siswa terpilih akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti defile HUT TNI ke-80 pada 5 Oktober 2025.***