GENMILENIAL.ID - Siswa SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak 2 telah berhasil mengharumkan nama sekolahnya di kancah internasional pada ajang bergengsi World Innovative Science Project Olympiad (WISPO) 2024.
Para siswa tersebut terbagi kepada dua tim yaitu kelas 7 dan kelas 8 yang telah meraih medali perak dan perunggu atas inovasi yang mereka buat pada kategori Engineering and Technology.
Mereka adalah Hilaluddin Yusuf, Air Raihan Wijaya, dan Jun Arvin Maseka. Tim lainnya ada Mhd. Akhtar Arifa Ginting, Abyan Jabbar Prasya, dan Naufal Athala Ramadhan.
Baca Juga: Antusiasme mahasiswa Al Azhar Kairo dalam menyambut kedatangan Prabowo, seperti ini keseruanya
Project yang mereka buat, pertama adalah E-Nose Technology. Perangkat inovatif ini dirancang untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya pada makanan seperti pengawet illegal, dengan memanfaatkan sensor gas yang sensitif.
Menurut mereka dalam pemaparan sesi presentasi, inovasi ini dibuat untuk dapat membantu masyarakat memilih makanan yang lebih aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.
Project lainnya yang tidak kalah menarik adalah Memory Game, sebuah permainan berbasis pola.
Menurut mereka, inspirasi terciptanya inovasi ini dari pengalaman pribadi mereka sebagai peserta didik di sekolah berbasis asrama yang memiliki akses terbatas terhadap gim.
Baca Juga: Nusron Wahid: Muhammadiyah adalah organisasi Islam paling rapi di Indonesia
Sehingga, Memory Game diharapkan menjadi sebuah permainan edukatif yang tidak hanya seru, tetapi juga bermanfaat untuk melatih kemampuan kognitif dan kreativitas pemainnya.
Rangkaian proses kreatif di balik kesuksesan kompetisi telah ditempuh oleh mereka sejak November lalu.
Dari proses riset dan perancangan prototipe hingga proses seleksi project yang berhasil ditembus dan lolos ke babak final pada 13-16 Desember 2024 lalu, dengan saingan dari berbagai negara di dunia. Seperti Bangladesh, Malaysia, Filipina, Macau, Rumania, Thailand, Vietnam, China, dan Ukraina.
Keberhasilan murid SMPIT As-Syifa dalam WISPO 2024 ini membuktikan bahwa minat dan bakat di bidang sains dan teknologi telah tumbuh sejak usia dini.
Baca Juga: Menteri ATR BPN Nusron Wahid lakukan kunjungan silaturahim ke PP Muhammadiyah, ini yang dibahas