“Nasionalisme harus ditumbuh kembangkan dalam jiwa-jiwa santri, jangan sampai banyak aliran-aliran atau kerangka berpikirnya yang mensekulerkan daripada ilmu itu sendiri,” terangnya.
Kata Faiz, istilah santri bukan hanya sekedar pelajar yang sehari-harunya dengan aktivitas mengaji saja, namun secara kebangsaan juga harus ikut dan turut andil.
“Peran santri kan di masyarakat, ketika berbicara di masyarakat, keinginan masyarakat apa saja? dan kita harus menyiapkan menunya dan harus siap di segala medan apapun,” tukasnya.
Ia pun menegaskan bahwa berbicara peradaban itu tidak hanya satu komponen saja, tapi berbagai macam komponen harus memahami walaupun belum bisa mendalami.
“Semakin kedepan, tantangan zaman ini semakin berat, dimana digitalisasi dan modernisasi ini begitu mencekam, menggerogoti dalam hal ideologi setiap pemuda, begitu juga santri,” tuturnya.