Menyediakan informasi yang jelas tentang jenis-jenis bullying dan dampaknya dapat membantu anak-anak memahami pentingnya menghindari perilaku tersebut.
4. Dorong perilaku positif
Mendukung dan mendorong perilaku positif seperti kerjasama, toleransi, dan keberanian untuk berdiri untuk yang benar dapat membantu mengurangi kemungkinan anak-anak terlibat dalam bullying.
5. Pantau aktivitas online
Di era digital saat ini, bullying sering terjadi secara online. Orangtua perlu memantau aktivitas online anak-anak mereka dan mengajarkan mereka tentang etika digital serta konsekuensi dari tindakan online yang tidak pantas.
6. Libatkan sekolah
Kerjasama antara orangtua dan guru sangat penting dalam mencegah bullying di sekolah.
Melaporkan insiden bullying kepada pihak sekolah dan bekerja sama untuk menemukan solusi adalah langkah yang sangat penting.
7. Jadilah contoh
Anak-anak sering meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Oleh karena itu, orangtua dan guru harus menjadi contoh yang baik dalam memperlakukan orang lain dengan baik dan menghindari perilaku yang bersifat merendahkan.
8. Dorong penerimaan diri
Membantu anak-anak merasa percaya diri dan menerima diri mereka sendiri dapat membantu mengurangi risiko mereka menjadi korban bullying.
Ini juga dapat membantu mereka untuk tidak mengambil bagian dalam perilaku bullying terhadap orang lain.
Baca Juga: Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta lakukan kunjungan ke PT Dahana