“Listrik belum ada, TV jadinya pajangan aja,” tulis akun @mar******v.
Ada pula warganet yang menyoroti kondisi bangunan sekolah yang dinilai membutuhkan renovasi.
Baca Juga: Kapolres Subang soroti 3 ancaman pelajar: Narkoba, geng motor hingga media sosial
“Bangunan dindingnya perlu renov, itu kalau hujan TV-nya kena air, sekolahnya tembus angin gitu,” tulis akun @mer**********a.
Kondisi serupa juga disampaikan akun @f.s*****6 yang mengaku sebagai teknisi smart board.
Ia mengatakan pernah melakukan pemasangan perangkat serupa di sekolah yang berada di daerah pedalaman dan belum memiliki listrik.
“Ada satu sekolah di daerah saya ini yang kalau saya bilang pedalaman, sekolah itu lantainya juga masih tanah dan yang bikin saya kaget adalah listrik di sekolah tersebut sama seperti di video ini,” tulisnya.
“Saya dengerin curhat orang yang nemenin saya masang smart board. Rasanya nyes banget bang di hati. Sekolahnya juga seng-nya udah ada sebagian yang bolong,” tuturnya lagi.
Hingga berita ini diterbitkan, video tersebut telah disukai lebih dari 265 ribu kali dan mendapat lebih dari 9.000 komentar dari warganet.
Meski ramai diperbincangkan di media sosial, belum ada tanggapan dari dinas maupun instansi setempat terkait bantuan pendidikan berupa TV layar sentuh yang menjadi sorotan tersebut.***
Artikel Terkait
Ada penghematan uang negara hingga Rp306 triliun, Presiden Prabowo: Saya ingin perbaiki sekolah rusak di Indonesia
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
'Mismatch' pendidikan makin nyata: Sekolah dituntut berubah, masyarakat masih terjebak pola lama
Pengangguran tinggi, sekolah vokasi jadi kunci: Kolaborasi kampus–industri diperkuat di Unpad
Wajib belajar prasekolah 1 tahun di Subang dikebut, 9 TK negeri belum cukup layani anak usia 5–6 tahun
Jalan rusak dan sekolah reyot jadi perhatian, Kang Rey pasang target 2027
Viral Kadisdik Kalteng minta sekolah tak libur di tengah karhutla, berdalih demi nasib dapur MBG