Namun setelah ulasan negatif dari Codeblu, situasi berubah drastis.
Ia merasa nama baiknya tercemar, bahkan sempat membenci dirinya sendiri dan keluarganya karena bisnis yang mereka jalankan mengalami kemunduran.
Bang Madun tak menampik bahwa warungnya memiliki kekurangan dalam hal kebersihan.
Ia pun mengaku sering menerima masukan dari pelanggan dan berusaha memperbaiki layanan warungnya.
“Kadang kan gue tinggal syuting, gue tinggal ngelenong. Kadang ada yang nge-DM gue ‘Bang, tadi piringnya ada yang kotor.’ Itu gue ngomong sama adik-adik gue biar dibersihin,” ujarnya.
“Namanya manusia, siapa sih yang enggak punya salah di dunia ini?” katanya.
Namun, ulasan negatif dari food vlogger justru memberikan pukulan besar bagi bisnisnya, membuatnya terpaksa mencari pinjaman bank.
“Gue beli rumah itu tabungan habis. Di saat beli rumah, datang reviewer blogger hancurin usaha gue. Gue nggak punya tabungan sama sekali. Gue bingung mau perbaiki warung gue pakai duit siapa,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Mengusung tema kearifan lokal, SMPN 1 Cibogo gelar panen karya menampilkan berbagai kesenian dan kuliner lokal
Berburu kuliner Subang gaes, WontonQ 'Pangsit dan Mie Pedas' wajib di coba! lokasi Lapang Dolog
Menilik popularitas SMAN 70 Jakarta yang jadi tempat ‘Uji Coba’ makan gratis, salah satunya jadi tempat kuliner hits
Arsitek hingga influencer kuliner ramaikan event seru dari TEDxBandung ‘Kiwari’ yang ajak peserta selami makna earth, eat, dan art
Pelaku kuliner lokal bersyukur terlibat Makan Bergizi Gratis: Bisa pekerjakan masyarakat, pedagang sekitar
Ramai Food Vlogger Codeblue diboikot karena dianggap menjatuhkan bisnis kuliner, begini faktanya
Codeblu diduga lakukan pemerasan untuk hapus konten review kuliner, Chef Haryo Pramoe pernah beri peringatan: Pelanggaran kode etik