Volume kendaraan tinggi, ASTRA Infra imbau pengguna jalan agar menghindari perilaku-perilaku berbahaya ini di jalan tol

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 30 Desember 2024 | 00:32 WIB
Ilustrasi angkutan barang di jalan tol (Dok. ASTRA Infra)
Ilustrasi angkutan barang di jalan tol (Dok. ASTRA Infra)

GENMILENIAL.IDASTRA Infra mengimbau bagi para pengguna jalan untuk selalu  mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan menghindari perilaku yang berbahaya di jalan tol.

Hal tersebut dikarenakan tingginya arus kendaraan padaperiode Nataru 2024 ini, ASTRA Infra menyampaikan hingga H-4 tahun baru 2025, sudah ada 3.149.143 kendaraan yang melintasi ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto.

Ketua Gugus Tugas Nataru 2024-2025 ASTRA Infra, Rinaldi mengatakan bahwa Salah satu perilaku berkendara yang berbahaya dan harus dihindari pengguna jalan adalah parkir liar atau beristirahat di bahu jalan tol.

Baca Juga: Rayakan liburan tahun baru, ini rekomendasi wisata di sekitar ruas tol ASTRA Infra

"Perilaku ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menghambat kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Bahu jalan tol seharusnya digunakan hanya untuk keadaan darurat, dan bukan untuk berhenti ataupun beristirahat," kata Rinaldi dalam keteranganya pada awak media.

Kata Rinaldi, apabila para pengendara lelah dihimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat, Namun, jika rest area penuh ASTRA Infra meminta pengendara agar dapat memanfaatkan fasilitas lengkap yang berada di dekat exit gerbang tol, seperti SPBU, kuliner, hingga tempat wisata.

Ia juga mengatakan bahwa tidak hanya parkir liar yang membahayakan pengendara, tapi juga sering naik turunya penumpang juga sangat berbahaya ditengah kondisi laju kendaraan saat ini yang cukup tinggi.

"Tak hanya parkir liar, perilaku naik-turun penumpang alias Natupang pun termasuk dalam perilaku yang sangat berbahaya dan harus dihindari, mengingat laju kendaraan yang cukup tinggi di jalan tol," ujarnya.

Baca Juga: Momen Natal 2024, KWI ajak umat doakan dan dukung Prabowo majukan Indonesia

Menurut Rinaldi, ketika terdapat kendaraan yang berhenti secara tiba-tiba dan sembarangan, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan tol. Selain itu, adanya kendaraan Over-Dimension & Overloading (ODOL) di jalan tol pun sangat berbahaya.

Selanjutnya, membawa beban berlebih juga dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan, serta memicu perilaku lane-hogging atau kegiatan mengemudi dengan laju kendaraan rendah dan statis di lajur kanan di jalan tol.

Hal tersebut sangat membahayakan pengendara lainnya, karena lajur kanan dikhususkan bagi pengemudi yang ingin mendahului.

Maka dari itu, kata Rinaldi dalam upaya memastikan kelancaran dan kenyamanan pelanggan selama di jalan tol serta mengantisipasi kendaraan ODOL, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, diberlakukan pembatasan angkutan barang di ASTRA Infra Toll Road.

Baca Juga: Prabowo soal koruptor: Bukan saya maafkan, yang kau curi kembalikan!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X