Peringati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas Riung Kolaborasi gelar berbagai kegiatan di Desa Pakuhaji

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 18 Agustus 2024 | 22:38 WIB
Komunitas Riung Kolaborasi gelar berbagai kegiatan di Desa Pakuhaji, Kabupaten Subang
Komunitas Riung Kolaborasi gelar berbagai kegiatan di Desa Pakuhaji, Kabupaten Subang

GENMILENIAL.ID - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia sekumpulan anak muda Subang menggelar roadshow ke desa-desa.

Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema 'Riung Kolaborasi, Ruang riung beraksi'.

Penggiat Budaya Kemendikbud, Mella Gustina mengatakan bahwa Riung Kolaborasi merupakan sekumpulan anak-anak muda yang datang dari berbagai komunitas.

Baca Juga: Waspada terhadap manusia toxic, kenali dan hindari pengaruh negatifnya

Kegiatan di Desa Pakuhaji, Kecamatan Cisalak pada Sabtu, 17 Agustus 2024 merupakan kegiatan roadshow vol.2 yang sebelumnya vol.1 sukses digelar di Desa Kalensari, Kecamatan Compreng.

"Dalam menyambut HUT Kemerdekaan ke-79 di Desa Pakuhaji diadakan beberapa kegiatan diantaranya lomba K3, hias lampu, gemapan, dan pawal pembangunan," ujar Mella.

Kemudian, lanjut Mella pada Sabtu tanggal 17 Agustus 2024 di Alun-alun Desa Pakuhaji dilaksanakan kegiatan lomba mewarnai dan fashion show untuk tingkat Paud/TK dan Pakuhaji Idol (lomba karaoke) kategori umum bagi masyarakat se-Desa Pakuhaji.

Ia menjelaskan bahwa pada sore harinya, anak-anak begitu antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Riung Kolaborasi.

Baca Juga: Resmi, pasangan Asep Rochman Dimyati - Lina Marliana mendapatkan SK rekomendasi dari DPP PKB untuk Pilkada Subang 2024

"Sore harinya, ratusan anak kecil berkumpul dengan riang gembira mengikuti rangkaian kegiatan diantaranya, kaulinan barudak, lapak baca, flashmob, pentas seni hingga nonton bioskop keliling," ucapnya.

Kata Mella, antusiasme peserta dalam memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia ini begitu besar, hal tersebut bisa terlihat dari penuhnya lapangan Desa Pakuhaji oleh masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan tersebut.

"Bahkan orang tua kembali diajak bernostalgia menyaksikan bioskop keliling yang dahulu kerap dikenal dengan layer tancep," jelasnya.

Untuk film yang ditampilkan, lanjut Mella tidak jauh dari nilai-nilai budaya, sehingga anak-anak dengan mudah mampu kembali menceritakan sosok cepot dalam film dalang cilik.

Baca Juga: Musim kemarau, ini 7 tips agar bisa terhindar dari kekeringan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X