sains

Raih 2 hibah riset sekaligus, akademisi ITB dorong desain jadi kunci pengembangan kota dan industri

Sabtu, 18 April 2026 | 00:05 WIB
Dwinita Larasati (tengah), Executive Committee ICCN sekaligus Ketua Prodi Magister Desain FSRD ITB, meraih dua hibah riset nasional dan internasional (Dok. ICCN)

Dalam riset ini, ia berkolaborasi dengan tim ITB dan Surplus Indonesia mengangkat topik 'Bio Nano AI Design for Postharvest.'

Riset ini mengusung pendekatan interdisipliner yang menggabungkan desain, bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan artifisial, hingga penginderaan jauh untuk menjawab tantangan sektor pascapanen.

“Riset ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu, dengan implementasi langsung pada sektor industri dan bisnis,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai komoditas pascapanen melalui inovasi berbasis teknologi, sekaligus memperkuat keterhubungan antara riset akademik dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Kebakaran rumah di Tanjung Duren Jakbar tewaskan 5 orang sekeluarga, diduga terjebak asap saat tidur

Perkuat ekosistem kreatif dan inovasi nasional

Raihan dua hibah riset ini menegaskan kapasitas Dwinita Larasati sebagai akademisi sekaligus penggerak ekosistem kreatif yang konsisten mendorong kolaborasi dan inovasi.

Lebih dari sekadar prestasi individu, capaian ini juga menjadi sinyal kuat bahwa riset berbasis desain dan teknologi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan masa depan.

Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, pelaku industri kreatif, serta jejaring kota kreatif untuk terus mengembangkan riset yang relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini