Dalam riset ini, ia berkolaborasi dengan tim ITB dan Surplus Indonesia mengangkat topik 'Bio Nano AI Design for Postharvest.'
Riset ini mengusung pendekatan interdisipliner yang menggabungkan desain, bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan artifisial, hingga penginderaan jauh untuk menjawab tantangan sektor pascapanen.
“Riset ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu, dengan implementasi langsung pada sektor industri dan bisnis,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai komoditas pascapanen melalui inovasi berbasis teknologi, sekaligus memperkuat keterhubungan antara riset akademik dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Kebakaran rumah di Tanjung Duren Jakbar tewaskan 5 orang sekeluarga, diduga terjebak asap saat tidur
Perkuat ekosistem kreatif dan inovasi nasional
Raihan dua hibah riset ini menegaskan kapasitas Dwinita Larasati sebagai akademisi sekaligus penggerak ekosistem kreatif yang konsisten mendorong kolaborasi dan inovasi.
Lebih dari sekadar prestasi individu, capaian ini juga menjadi sinyal kuat bahwa riset berbasis desain dan teknologi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan masa depan.
Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, pelaku industri kreatif, serta jejaring kota kreatif untuk terus mengembangkan riset yang relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.***