GENMILENIAL.ID – Aki merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan bermotor, baik motor maupun mobil.
Fungsinya tidak hanya untuk menghidupkan mesin, tetapi juga memasok energi listrik ke berbagai sistem, mulai dari lampu, klakson, hingga perangkat elektronik lainnya.
Tanpa aki yang prima, performa kendaraan akan terganggu bahkan berpotensi mogok.
Di pasaran, aki dibagi menjadi dua jenis utama, aki kering dan aki basah, yang berbeda dari segi konstruksi, karakteristik, hingga kebutuhan perawatan.
Baca Juga: IFG dukung pagelaran ketoprak financial ‘Samber Nyawa’ untuk lestarikan budaya tradisional
Aki kering menggunakan cairan elektrolit berbentuk gel, sehingga cairannya tidak mudah menguap.
Keunggulannya adalah maintenance free atau minim perawatan, pemilik kendaraan tidak perlu menambah cairan secara berkala.
Umur pakainya berkisar antara 1 hingga 2 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi kendaraan.
Sementara aki basah memakai cairan elektrolit mirip air yang membutuhkan pengecekan dan penambahan cairan secara rutin.
Baca Juga: Justin Hubner tolak tawaran klub Indonesia, pilih fokus berkarier di Eropa
Jika dibiarkan kering, performanya akan menurun dan bisa menyebabkan mogok. Meski perawatannya lebih intens, aki basah banyak dipilih karena harganya lebih terjangkau.
Sebagai gambaran, aki basah tipe NS60L dibanderol sekitar Rp651 ribu, sedangkan aki kering Yuasa NS40ZL dijual kisaran Rp828 ribu.
Pemilihan jenis aki untuk penggunaan harian sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, dan kemudahan perawatan.
Aki kering unggul dari sisi praktis dan minim perawatan, sementara aki basah cocok untuk yang mengutamakan harga ekonomis meski harus rajin merawatnya.***