Terkait eksistensi DeepSeek yang menjadi pesaing ketat ChatGPT di pasar global, Musk justru ragu dengan pergerakan pasar saham yang signifikan akibat AI buatan China itu.
Baca Juga: Tingkatkan layanan pada masyarakat, ini arahan tegas Kompol Dede Suherman bagi para anggotanya
Musk lebih tertarik menyoroti Trump yang siap berinvestasi besar-besaran dalam AI untuk mempertahankan daya saing AS dalam kompetisi kecerdasan buatan di dunia internasional.
Keraguan Musk itu tampak dalam wawancaranya bersama CEO Salesforce, Marc Benioff yang menyatakan DeepSeek bangkit dalam industri AI.
"Lmao no, (tidak)" kata Musk dengan lugas sebagaimana dikutip dari The Economic Times dalam artikel berbeda yang tayang pada Senin, 27 Januari 2025.
"Presiden Trump telah mengumumkan inisiatif besar senilai 500 miliar dolar (Rp8.107,5 triliun) inisiatif yang mencerminkan AS tetap menjadi pemimpin persaingan AI," tegasnya.
3. Pujian Jensen Huang ke DeepSeek: AI yang luar biasa
CEO NVIDIA, Jensen Huang memuji DeepSeek yang telah melakukan pendekatan inovatif dan efisien dalam pengembangannya.
Bagi Jensen Huang, hal itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan kemajuan AI yang luar biasa.
"Kemajuan AI yang luar biasa," tegas Jensen Huang sebagaimana dilansir dari Business Today, pada Selasa, 28 Januari 2025.
Meskipun NVIDIA dinilai menjadi salah satu perusahaan AS yang merugi setelah DeepSeek bersaing di pasar global, Jensen Huang tetap memuji karya AI buatan China itu dengan model dan teknis yang dianggap mengesankan.
"Karya DeepSeek menggambarkan bagaimana model baru dapat dibuat menggunakan teknik tertentu, dan memanfaatkan model yang tersedia secara terbuka untuk eksplorasi (AI)," tandasnya.***