sains

Belalang akan jadi salah satu menu alternatif dalam Makan Bergizi Gratis, amankah dikonsumsi anak?

Rabu, 29 Januari 2025 | 00:16 WIB
Hewan belalang akan jadi salah satu menu alternatif MBG (Freepik)

Dadan mencontohkan, daerah yang memiliki banyak telur dapat menjadikan telur sebagai komponen utama menu MBG. 

Begitu pula dengan daerah yang memiliki potensi protein lain, seperti ikan atau belalang.

"Isi protein di berbagai daerah sangat tergantung pada potensi sumber daya lokal dan preferensi masyarakat. Jadi, menu MBG tidak kaku, melainkan fleksibel sesuai kebutuhan lokal," tegas Dadan.

Baca Juga: Mengaku jadi suami siri, pelaku pemutilasi Uswatun Khasanah buang potongan jenazah di 3 kota berbeda di Jawa Timur

Hal yang sama juga berlaku untuk sumber karbohidrat. Sebagai contoh, masyarakat di Halmahera Barat lebih sering mengonsumsi singkong dan pisang rebus sebagai pengganti nasi.

Keragaman pangan lokal ini dinilai sangat penting untuk diakomodasi dalam program makan bergizi.

"Kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung. Kalau terbiasa makan nasi, maka nasi yang menjadi pilihannya. Namun, di wilayah yang karbohidrat utamanya singkong, singkonglah yang diberikan," jelas Dadan.

Belalang dan serangga sebagai alternatif protein

Salah satu inovasi yang diusulkan BGN adalah penggunaan serangga, seperti belalang, sebagai alternatif sumber protein. 

Baca Juga: Kepulangan STY bak drama yang belum selesai? begini kata Bung Valen yang menanti manuver PSSI bersama pelatih anyar Garuda Patrick Kluivert

Menurut Dadan, serangga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan bisa menjadi pilihan bagi daerah yang memang terbiasa mengonsumsinya. 

Hal ini sejalan dengan prinsip BGN yang mengutamakan keberagaman pangan lokal.

"Keragaman pangan ini harus diakomodasi dalam program makan bergizi gratis. Tujuannya adalah memastikan standar gizi terpenuhi, bukan memaksakan satu jenis menu untuk seluruh Indonesia," lanjutnya.

Fokus pada standar gizi, bukan menu nasional

Dadan menegaskan bahwa BGN hanya menetapkan standar komposisi gizi, bukan standar menu nasional. 

Halaman:

Tags

Terkini