sains

Kerugian kebakaran Los Angeles capai Rp4.000 triliun, apa alasan api susah dipadamkan?

Rabu, 15 Januari 2025 | 21:14 WIB
Unggahan Uya Kuya memperlihatkan kondisj kebakaran Los Angeles di Reels Instagramnya pada Kamis, 9 Januari 2025 lalu (Instagram.com/king_uyakuya)

Ditambah lagi, meluasnya kebakaran karena terjadinya angin kencang Santa Ana yang melanda California Selatan pada Selasa dan Rabu pekan lalu mempercepat penyebaran api.

Atas kejadian tersebut, Gubernur California, Gavin Newsom, telah mengumumkan keadaan darurat untuk wilayah Pacific Palisades.

Mengapa kebakaran sulit dipadamkan?

Selain penyebabnya yang masih menjadi tanda tanya, kebakaran ini sulit dikendalikan dan terus meluas. 

Berikut beberapa alasan utama yang membuat api sulit dipadamkan:

Baca Juga: Journalism 360 Promedia di Kota Medan siap digelar 22-23 Januari 2025: Mahasiswa hingga pengusaha media jangan sampai ketinggalan!

1. Dampak krisis iklim

Perubahan iklim turut berperan memperparah situasi. Stefan Doerr, Direktur Pusat Penelitian Kebakaran Liar di Universitas Swansea, menyebut bahwa suhu global yang meningkat akibat pembakaran bahan bakar fosil telah memperpanjang musim kebakaran.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musim kebakaran di California telah diperpanjang secara signifikan selama beberapa dekade terakhir," kata Doerr kepada Anadolu Agency.

Selain itu, vegetasi yang mengering serta penurunan kelembapan menjadi faktor utama yang mempermudah penyebaran api.

2. Kekurangan air

Sulitnya api dipadamkan juga terjadi karena tim pemadam kebakaran menghadapi kesulitan besar karena pasokan air yang tidak memadai.

Baca Juga: Kejagung tegaskan tak main-main usut dugaan korupsi Tom Lembong, kini stafsus hingga sekretaris ikut terseret!

Waduk besar di Palisades yang biasanya menampung hingga 117 juta galon air telah ditutup sejak Februari 2024, jauh sebelum kebakaran melanda California Selatan.

Selain itu, banyak hidran di wilayah Palisades yang mengering. Salah satu petugas pemadam kebakaran mengungkapkan bahwa tekanan air dari hidran berkurang drastis saat hendak mengisi ulang kendaraan mereka.

Halaman:

Tags

Terkini