Gembili merupakan umbi yang dulunya sering dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat, terutama di pedesaan.
Namun, seiring dengan meningkatnya penggunaan beras dan jagung, konsumsi gembili pun menurun.
Umbi ini dikenal karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis, cocok untuk direbus atau diolah menjadi kudapan sehat.
7. Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
Sering kali digunakan dalam rujak atau salad buah, bengkuang adalah umbi dengan rasa yang segar dan kandungan air yang tinggi.
Baca Juga: Resmi dilantik, ini 50 daftar nama-nama anggota DPRD Kabupaten Subang periode 2024-2029
Selain rasanya yang manis, bengkuang juga kaya akan serat dan vitamin C, sehingga baik untuk kesehatan kulit dan pencernaan.
Keunggulan pangan berbasis umbi
Di balik popularitas berbagai jenis umbi-umbian, terdapat sejumlah alasan mengapa pangan ini kian diminati.
Pertama, umbi-umbian cenderung lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, sehingga menjadi sumber pangan yang dapat diandalkan dalam menghadapi perubahan iklim.
Kedua, umbi-umbian biasanya lebih murah dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya, seperti beras atau gandum.
Terakhir, umbi-umbian cenderung lebih ramah lingkungan karena memerlukan lebih sedikit air dan pestisida dalam proses penanamannya.
Potensi pengembangan umbi di masa depan
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat dan keberlanjutan lingkungan, umbi-umbian memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dalam bentuk pangan olahan maupun produk turunan lainnya.